PW IPNU dan IPPNU Jateng Minta PC IPNU-IPPNU Demak Kawal Amanah dan Perkuat Gerakan Back to School
Pesan tersebut disampaikan Ketua PW IPPNU Jawa Tengah, Dwi Sangita, dalam sambutannya pada acara pelantikan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak di Pendopo Kabupaten Demak, Ahad (9/8/2026).
Ita menyampaikan ucapan selamat kepada Faza dan Salma yang baru dilantik memimpin PC IPNU-IPPNU Demak. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah selama dua tahun ke depan dengan dukungan dari PCNU, pembina, alumni, PAC, ranting, hingga komisariat.
Ia menekankan bahwa seluruh pengurus harus mengawal janji dan tanggung jawab yang telah diucapkan dalam prosesi pelantikan.
Menurutnya, seluruh program yang telah direncanakan harus dikerjakan secara bersama-sama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab ketua.
Perkuat Gerakan Back to School
Salah satu perhatian utama yang disampaikan Dwi Sangita adalah penguatan kembali gerakan back to school.
Ia menjelaskan bahwa IPNU dan IPPNU perlu kembali memperkuat keberadaan organisasi di sekolah-sekolah. Gerakan tersebut diarahkan untuk memperluas ruang kaderisasi pelajar NU sekaligus menghidupkan pimpinan komisariat di lingkungan sekolah.
Dwi menyebutkan bahwa dari sekitar 30-an sekolah di bawah naungan LP Ma'arif NU, sebanyak 22 sekolah telah memberikan data kepada PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah.
Data tersebut, menurutnya, menjadi salah satu catatan bagi kepengurusan mendatang agar sekolah-sekolah yang belum memiliki organisasi IPNU-IPPNU dapat terus dikawal.
Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan IPNU-IPPNU di sekolah tidak cukup hanya dengan mendirikan struktur.
Organisasi harus memiliki kegiatan, kinerja, dan administrasi yang berjalan.
“Tidak hanya berdiri saja tapi memang secara kegiatannya ada, secara kinerjanya juga ada, secara administrasinya juga ada,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
IPNU-IPPNU Harus Menjadi Organisasi yang Ramah
Selain penguatan kaderisasi, Dwi juga mendorong agar IPNU-IPPNU menjadi organisasi yang ramah dan menjadi ruang belajar bagi para pelajar.
Menurutnya, organisasi harus mampu menjadi tempat kader mengembangkan berbagai inovasi dan potensi yang dimiliki.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap terciptanya lingkungan organisasi yang aman bagi pelajar putri.
Hal tersebut dikaitkan dengan gagasan program “Teman Sebaya” yang telah diluncurkan Pimpinan Pusat IPPNU. Program tersebut sebelumnya masih dalam tahap percontohan dan diharapkan dapat dikembangkan di wilayah Jawa Tengah.
Butuh Dukungan Keluarga Besar NU
Dwi menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan baru tidak dapat dicapai sendirian.
Ia meminta dukungan dari PCNU, badan otonom NU, pembina, alumni, PAC, ranting, serta komisariat untuk bersama-sama mengawal perjalanan IPNU-IPPNU Demak selama masa khidmat 2026–2028.
Ia juga membuka ruang komunikasi antara PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah dengan PC IPNU-IPPNU Demak apabila dalam perjalanan kepengurusan terdapat kendala maupun kebutuhan pendampingan.
Menurutnya, seluruh unsur harus bergerak bersama agar IPNU-IPPNU Demak tetap eksis dan mampu berkembang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari perjalanan panjang kepengurusan baru untuk membangun organisasi yang semakin kuat.
“Mari bergerak dengan kompak, memajukan organisasi dengan penuh semangat dan ketulusan,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam sambutannya.