Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikhtiar Pengkaderan, PAC IPNU-IPPNU Karangawen Gandeng MA Manbaul Ulum Gelar Talkshow

KARANGAWEN, jendelapelajar.or.id
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karangawen menggandeng Madrasah Aliyah (MA) Manbaul Ulum menggelar talkshow bertema "Aktualisasi Pelajar melalui Keteladanan Nabi di Ruang Digital".

Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi PAC IPNU Karangawen, Amir Mizaj Zanjabila, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan karena melihat kondisi kaderisasi di Kecamatan Karangawen yang mengalami degradasi.

"Dari segi kuantitas, Kecamatan Karangawen sedang mengalami fase degradasi kader, utamanya di ranting-ranting. Oleh karena itu, kami berikhtiar melakukan kaderisasi semi-formal melalui talkshow yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Kecamatan Karangawen. Dengan langkah ini, diharapkan dapat menarik minat para siswa untuk ikut berorganisasi," jelasnya.

Talkshow yang dilaksanakan pada Jumat pagi, 11 September 2026, di halaman MA Manbaul Ulum tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala MA Manbaul Ulum, Imam Buchori, S.Pd., dan Ketua PAC IPNU Karangawen, Eki Kurnia Rahman, S.H.

Pada sesi pertama, Eki memaparkan mengenai fitrah manusia sebagai makhluk sosial dan pentingnya berorganisasi.

"Manusia memiliki fitrah untuk berkumpul dan bersosial. Jika zaman dulu manusia membentuk kelompok untuk berburu dan bertahan hidup, maka pada zaman sekarang manusia berkumpul, membentuk komunitas dan mengikuti organisasi untuk mengembangkan diri serta mencapai tujuan yang diinginkannya," papar Eki.

Selanjutnya, Bapak Imam Buchori menjelaskan praktik meneladani Nabi Muhammad SAW di ruang digital.

"Akhlak Nabi Muhammad adalah semua yang ada di Al-Qur'an. Al-Qur'an mengajarkan untuk saling mengenal, maka pergunakanlah gawai dan media sosial sebagai sarana mengenal sesama manusia. Di sisi lain, Al-Qur'an melarang manusia berpecah belah. Maka, janganlah media sosial menjadi sarana untuk memecah belah, mencaci, menghina, memfitnah dan mengadu domba. Pergunakanlah media sosial secara bijak dan jadikan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan di antara sesama," urainya.

Lebih lanjut, Bapak Imam Buchori membekali para siswa dengan kunci kesuksesan.

"Syubbanul yaum rijalul ghod (pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan). Sarana untuk mewujudkan pemimpin masa depan yang sukses adalah melalui pendidikan dan organisasi. Karena keduanya memberikan bekal ilmu, pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan leadership sebagai bekal masa depan," tambah Beliau.

Pada sesi tanya jawab, salah satu siswa bertanya mengenai manfaat mengikuti IPNU-IPPNU. Eki kemudian menjawabnya melalui sebuah analogi kulkas.

"Kalian tahu kulkas? Jika kalian membuka kulkas, kalian akan mendapatkan berbagai hal yang kalian inginkan, mulai dari sayuran, buah-buahan, es krim, minuman dingin, roti dan lain-lain. Begitu pula di IPNU-IPPNU, apa yang kalian inginkan dan minati ada di IPNU-IPPNU, mulai dari pengembangan diri, leadership, problem solving, critical thinking, peminatan olahraga dan lain-lain.

Bahkan, misalnya kalian tidak mengerti apa yang kalian inginkan, apa yang kalian rasakan ketika membuka kulkas? Kalian akan merasakan hawa dingin dan segar. Begitu pula dengan IPNU-IPPNU," jawab Eki.

Penulis: Eki Kurnia Rahman
Editor: M. Syamsul Ma'arif
Photo: Dok. PAC IPNU-IPPNU Karangawen