PC IPNU-IPPNU Demak Resmi Dilantik, Siap Gerakkan Organisasi yang Progresif dan Berdampak
Pelantikan tersebut dirangkai dengan rapat kerja kepengurusan baru sebagai forum untuk merumuskan program organisasi selama dua tahun ke depan. Kegiatan mengusung tema “Restrukturisasi Pelajar NU Demak dalam Upaya Menggerakkan Organisasi yang Progresif, Transformatif, dan Berdampak.”
Prosesi pelantikan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan Indonesia Raya, Mars Subanul Wathan serta Mars IPNU-IPPNU, pembacaan zikir dan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Demak.
Dalam prosesi tersebut, Muhammad Faza Thariqul Hasan dilantik sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Demak masa khidmat 2026–2028. Sementara Salma Nurul Firdaus dipercaya memimpin PC IPPNU Kabupaten Demak untuk periode yang sama. Keduanya bersama jajaran pengurus mengucapkan baiat dan menyatakan kesediaan menjalankan amanah organisasi.
Baiat pengurus IPNU menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi martabat agama Islam, mengamalkan ajaran Islam berpaham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila, menyumbangkan tenaga serta pikiran bagi masyarakat, dan menaati peraturan organisasi.
Sementara itu, pengurus IPPNU juga menyatakan komitmen untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945, mengabdikan tenaga dan pikiran bagi pembangunan, menjunjung tinggi martabat agama Islam, mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta menjalankan tugas organisasi untuk kepentingan masyarakat.
Tiga Fokus Kepengurusan
Dalam laporan panitia, kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Demak menegaskan tiga fokus utama yang menjadi pijakan gerakan selama masa khidmat 2026–2028.
Ketiga fokus tersebut meliputi penataan tata kelola organisasi, kaderisasi yang transformatif dan masif, serta penciptaan program yang berdampak nyata bagi Kabupaten Demak dan seluruh kader IPNU-IPPNU.
Pelantikan sekaligus rapat kerja tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Forum rapat kerja diposisikan sebagai ruang untuk menyusun program yang akan dijalankan selama satu periode kepengurusan atau dua tahun mendatang.
PW IPNU-IPPNU Dorong Pengurus Kawal Amanah
Ketua Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Tengah, Dwi Sangita, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Demak.
Ia berharap Faza dan Salma beserta seluruh jajaran mampu menjalankan amanah selama dua tahun ke depan dengan dukungan dari PCNU, pembina, alumni, pimpinan anak cabang, pimpinan ranting, serta pimpinan komisariat di Kabupaten Demak.
Dwi juga mendorong agar seluruh janji dan tanggung jawab yang telah diucapkan saat pelantikan benar-benar dikawal hingga tuntas. Menurutnya, program organisasi perlu diselesaikan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur kader.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah penguatan kembali gerakan “back to school”, yakni menghidupkan IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah. Dari puluhan sekolah di bawah naungan LP Ma'arif NU yang menjadi perhatian, disebutkan sebanyak 22 sekolah telah memberikan data kepada PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah.
Dwi juga mendorong agar keberadaan IPNU-IPPNU di sekolah tidak hanya sebatas nama, tetapi memiliki kegiatan, kinerja, dan administrasi organisasi yang berjalan. Ia berharap dukungan keluarga besar NU dan pemerintah daerah dapat memperkuat agenda tersebut.
Selain kaderisasi sekolah, Dwi menekankan pentingnya menjadikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi yang ramah, ruang belajar, serta tempat pengembangan inovasi bagi pelajar. Ia juga memperkenalkan gagasan program “Teman Sebaya” sebagai salah satu upaya membangun lingkungan yang aman bagi pelajar, khususnya pelajar putri.
PCNU Demak: Program Harus Menjawab Persoalan Daerah
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Demak, KH Siddiq Sugiarto, SE, menekankan agar program kerja IPNU-IPPNU tidak berhenti pada kegiatan seremonial ataupun sekadar mengajukan proposal kepada pemerintah.
Menurutnya, kader IPNU-IPPNU perlu mampu membaca persoalan yang berkembang di Kabupaten Demak dan merumuskan program yang benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadi nanti kalau datang ke Pak Sekda jangan hanya minta kegiatan. Coba rumuskan persoalan-persoalan yang berkembang di Kabupaten Demak.”
Ia juga mendorong agar pengurus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah berdasarkan program yang konkret. Dengan demikian, keberadaan IPNU-IPPNU dapat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan pembangunan daerah.
KH Siddiq menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU merupakan organisasi kader, bukan organisasi gerakan maupun organisasi politik. Karena itu, penguatan kaderisasi dan ideologi harus menjadi prioritas utama kepengurusan.
Menurutnya, organisasi akan semakin besar ketika kerja nyata para kader benar-benar dirasakan masyarakat.
“Besarkan organisasi, kuatkan ideologi. Tidak perlu ditampakkan. Tapi kerja real Anda akan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Demak,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Pemkab Demak Dorong Kolaborasi Pentahelix
Bupati Demak yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, H. Ahmad Sugiharto, ST, MT, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus PC IPNU-IPPNU Demak yang baru dilantik.
Ia berharap amanah kepengurusan dapat dijalankan dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan daerah.
Menurut Ahmad Sugiharto, IPNU dan IPPNU memiliki posisi strategis sebagai ruang kaderisasi kepemimpinan, pengembangan intelektual, penguatan karakter, serta pembentukan generasi muda yang moderat, cinta tanah air, dan menjunjung nilai-nilai keislaman.
Ia juga mengingatkan para kader agar mampu beradaptasi dengan tantangan era digital. Pelajar NU, menurutnya, tidak cukup hanya aktif di media sosial, tetapi harus mampu menciptakan solusi, bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ahmad Sugiharto kemudian mengajak IPNU-IPPNU membangun kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan media.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Organisasi kepemudaan seperti IPNU dan IPPNU dapat mengambil peran sebagai penggerak sekaligus pelaku dalam berbagai program pembangunan di Kabupaten Demak.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan IPNU dan IPPNU dalam kegiatan sosial, termasuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan setelah kegiatan keagamaan.
Jangan Lupakan Pendidikan
Di hadapan para kader, Sekda Demak juga memberikan pesan agar aktivitas organisasi tidak membuat pelajar melupakan kewajiban utama mereka sebagai pelajar.
Ia mengingatkan pentingnya membagi waktu antara belajar dan berorganisasi.
“Tujuan utama panjenengan ini adalah belajar. Jangan dengan berorganisasi belajar panjenengan terlupakan,” pesannya.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi tetap penting karena menjadi bekal bagi kader ketika terjun ke tengah masyarakat. Namun, pendidikan formal dan pengembangan kapasitas intelektual harus tetap menjadi bagian utama perjalanan kader pelajar NU.
Menuju IPNU-IPPNU Demak yang Berdampak
Rangkaian pelantikan kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan penyerahan cenderamata, laporan panitia, sambutan, penampilan seni dari Komisariat MA Nurul Huda Gajah, doa, serta penutupan.
Pelantikan PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmat 2026–2028 menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk menerjemahkan visi organisasi ke dalam kerja nyata.
Dengan tiga fokus utama berupa penataan tata kelola organisasi, kaderisasi transformatif dan masif, serta program yang berdampak nyata, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadikan IPNU-IPPNU bukan hanya sebagai ruang berkumpulnya pelajar NU, tetapi sebagai wadah pembentukan kader yang berkarakter, berkapasitas, berideologi kuat, dan mampu memberikan kontribusi bagi Kabupaten Demak.
.jpeg)
