Estafet Kepemimpinan Bergulir, PR IPNU-IPPNU Sarirejo Masa Khidmat 2026–2028 Resmi Dilantik
SARIREJO, jendelapelajar.or.id
Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Sarirejo resmi melantik pengurus masa khidmat 2026–2028. Pelantikan berlangsung di halaman Masjid Baitul Muttaqin Sarirejo, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para sesepuh, tokoh masyarakat, kader IPNU-IPPNU, serta warga Nahdliyin. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan sholawat dan berkibarnya bendera Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, KH. Nur Salim menyampaikan pesan kepada pengurus yang baru dilantik agar mampu memperkuat organisasi dan menjaga semangat kaderisasi.
Pesan tersebut secara khusus disampaikan kepada Ketua PR IPNU Sarirejo, Rekan Wahyuddin Arrusdi dan Ketua PR IPPNU Sarirejo, Rekanita Novita Rahmania Fitria.
“IPNU dan IPPNU bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan benteng pertahanan moral generasi muda serta kawah candradimuka bagi estafet kepemimpinan umat di masa depan. Kuatkan organisasi dengan keikhlasan, perkuat ukhuwah dan jadilah teladan di tengah masyarakat,” pesan KH. Nur Salim.
Sementara itu, demisioner pengurus PR IPNU Sarirejo, Muhammad Chafid, turut menyampaikan pesan kepada kepengurusan baru. Ia mengatakan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk terus berkhidmah kepada organisasi, Nahdlatul Ulama, masyarakat, bangsa dan agama.
Menurutnya, menjadi pengurus IPNU-IPPNU bukan tentang memperoleh kedudukan, melainkan kesempatan untuk belajar, berproses, memimpin, serta mengabdi.
Ia juga berpesan agar kepengurusan baru tidak hanya aktif ketika ada kegiatan. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi perlu dibangun dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pengurus NU, serta badan otonom lainnya.
“Jangan berjalan sendiri. Karena organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu membangun kebersamaan dan kolaborasi,” ujarnya.
Muhammad Chafid juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di tengah perbedaan pendapat dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar, tetapi persaudaraan dan semangat khidmah harus tetap dijaga.
Selain itu, ia berpesan agar kader IPNU-IPPNU mampu mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Kepada pengurus sebelumnya, Muhammad Chafid menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan perjuangan selama masa kepengurusan. Ia berharap pengurus baru dapat melanjutkan hal-hal baik, memperbaiki kekurangan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan kader dan masyarakat.
Pelantikan pengurus IPNU-IPPNU Sarirejo masa khidmat 2026–2028 diharapkan menjadi awal penguatan kaderisasi dan organisasi di tingkat desa. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta melahirkan generasi muda yang religius, nasionalis, berakhlakul karimah dan tetap berpegang pada nilai-nilai ke-NU-an.
Penulis: Hayyin Maulana Ahmad
Editor: M. Syamsul Ma'arif
Photo: Dok. PR IPNU-IPPNU Sarirejo