Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekda Demak Dorong IPNU-IPPNU Bangun Kolaborasi Pentahelix dan Tetap Utamakan Pendidikan


DEMAK — Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, H. Ahmad Sugiharto, ST, MT, mendorong kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Demak untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Sugiharto saat mewakili Bupati Demak dalam acara pelantikan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak masa khidmat 2026–2028 di Pendopo Kabupaten Demak, Ahad (9/8/2026).

Dalam sambutannya, Ahmad Sugiharto menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU memiliki posisi strategis sebagai ruang kaderisasi kepemimpinan, pengembangan intelektual, penguatan karakter, serta pembentukan generasi muda yang moderat dan cinta tanah air.

Ia juga berharap kader IPNU-IPPNU mampu menghadapi tantangan era digital dengan menjadi pelajar yang cerdas, kritis, dan adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya aktif di media sosial.

“Jadilah generasi yang tidak aktif di media sosial saja, tetapi juga aktif menciptakan solusi bagi masyarakat,” pesannya.

Ia juga mendorong kader agar tidak hanya pandai berbicara, tetapi mampu bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat.

Dorong Kolaborasi Pentahelix

Ahmad Sugiharto menilai keberhasilan suatu program tidak dapat dicapai dengan bekerja sendiri. Karena itu, ia memperkenalkan pentingnya pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan media.

Pemerintah, menurutnya, memiliki program, regulasi, dan dukungan yang dapat dikolaborasikan dengan kekuatan organisasi kepemudaan. Sementara kader IPNU-IPPNU dapat menjadi penggerak sekaligus pelaku dalam pelaksanaan berbagai program tersebut.

Kolaborasi juga dapat dilakukan dengan kalangan akademisi melalui pertukaran pengetahuan dan gagasan. Dunia usaha dapat dilibatkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Sementara media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi, edukasi, dan publikasi mengenai berbagai program pembangunan.

Menurut Ahmad Sugiharto, pola tersebut dapat membuat organisasi kepemudaan memiliki peran yang lebih konkret dalam pembangunan daerah.

Belajar Tetap Menjadi Prioritas

Di hadapan para kader, Ahmad Sugiharto juga memberikan pesan khusus mengenai pentingnya pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa meskipun organisasi memberikan pengalaman penting bagi pelajar, kewajiban utama mereka tetap belajar.

“Tujuan utama panjenengan ini adalah belajar. Jangan dengan berorganisasi belajar panjenengan terlupakan.”

Menurutnya, kader harus mampu mengatur waktu antara aktivitas organisasi dan pendidikan.

Ia melihat keduanya memiliki fungsi penting. Organisasi memberikan pengalaman sosial dan kepemimpinan, sementara pendidikan menjadi dasar pengembangan pengetahuan dan kapasitas pribadi.

Dorong Kader Berkontribusi bagi Demak

Ahmad Sugiharto juga mengajak IPNU dan IPPNU untuk ikut menjadi penggerak berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Dukungan komunitas dan organisasi kepemudaan dibutuhkan untuk menggerakkan masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan dapat tersampaikan dengan baik.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Demak agar tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Demak.