Cara Kreatif Pelajar NU Mojodemak Isi Liburan: Sulap Halaman MTs Jadi Bioskop Mini Hingga Luruskan Niat Berorganisasi
DEMAK, Jendela Pelajar – Masa libur sekolah identik dengan waktu bersantai atau jalan-jalan. Namun, langkah berbeda dan inspiratif justru ditunjukkan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Mojodemak.
Alih-alih sekadar bersantai, mereka sukses menyulap halaman di MTs Roudhotus Sholihin menjadi "bioskop mini" untuk menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan kreatif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi puluhan pelajar dan santri setempat yang antusias mengisi waktu liburan mereka dengan hal produktif.
Lebih Dari Sekadar Hiburan Liburan
Acara nobar ini diinisiasi oleh pengurus PR IPNU IPPNU Mojodemak sebagai alternatif refreshing yang edukatif. Tidak hanya untuk mencari hiburan, kegiatan ini dirancang untuk mempererat ukhuwah, meningkatkan literasi visual melalui film bernuansa keislaman dan kebangsaan, serta menanamkan rasa solidaritas organisasi, khususnya bagi para anggota baru.
"Kami sengaja mengemas kegiatan liburan ini dengan nobar biar lebih santai tapi tetap ngena. Semoga lewat film, semangat kekompakan dan kecintaan kita sebagai santri NU semakin tumbuh," ujar Rekan Fatkul, salah satu kader penggerak PR IPNU Mojodemak.
Keseruan tidak berhenti pada layar proyektor. Setelah film selesai, para pelajar diajak untuk berdialektika dalam sesi diskusi ringan. Mereka bersama-sama membedah alur cerita, saling melempar opini, dan memetik nilai-nilai moral yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini.
Luruskan Niat Berorganisasi: Jangan Hanya karena "Si Dia"
Momen keakraban khas pelajar ini juga disisipi dengan penyegaran spiritual yang sangat relate dengan dinamika anak muda. Pembina IPNU IPPNU Mojodemak, Ust. M. Ulin Nuha Kholid, S.Pd., hadir memberikan suntikan motivasi terkait pentingnya tradisi amalan Tahlil dan membaca Fidak (Surat Al-Ikhlas) sebagai jangkar dalam berorganisasi.
Ust. Ulin Nuha menyentuh sebuah fenomena klasik: motivasi awal remaja bergabung ke sebuah organisasi yang terkadang hanya karena dorongan ketertarikan pada lawan jenis.
"Dalam berorganisasi, jangan sampai kamu ikut-ikutan sebab adanya seseorang yang kamu cintai. Niat utamanya melainkan memang benar-benar ingin menjadi orang yang lebih baik," tegas Ust. Ulin Nuha.
Meski demikian, beliau memberikan pandangan yang menyejukkan. Bagi kader yang terlanjur masuk karena niat awal yang kurang tepat, amalan spiritual di IPNU IPPNU justru hadir sebagai penetralisir.
"Jika memang seandainya niatanmu salah karena sebab ada seseorang yang kamu cintai atau kagumi, maka dengan Fidak atau membaca Surat Al-Ikhlas itu akan menjadi perantara memperbaharui niatnya menjadi lebih baik. Inilah pentingnya Tahlil dan Fidak untuk memperkuat ikatan organisasi," pesannya.
Rangkaian kegiatan nobar liburan yang memadukan unsur hiburan, literasi, dan refleksi diri ini pun ditutup dengan penuh khidmat melalui doa bersama, lalu diakhiri dengan keceriaan dalam sesi foto bersama seluruh peserta.
Pewarta : Ahmad Faiz Yahya

