Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Forum Guru R5 Audiensi dengan Ketua PGRI Jepara, Ini Hasilnya

 


Forum Guru R5 Kabupaten Jepara menggelar audiensi bersama Ketua PGRI Kabupaten Jepara, Darono Ardi Widodo, S.Pd.Ind., guna membahas perkembangan status honorer R5 serta tindak lanjut pengusulan data ke pemerintah pusat. Pertemuan ini menjadi ruang klarifikasi atas berbagai informasi yang beredar di tengah para guru honorer, sekaligus upaya menenangkan keresahan yang muncul di lapangan.


Dalam pertemuan tersebut, Darono AW menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pusat, data honorer R5 Kabupaten Jepara telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara ke Kementerian PAN-RB. Ia menegaskan bahwa proses pengusulan memang terlambat, sehingga para guru diminta bersabar menunggu tahapan administrasi yang sedang berjalan.


Darono menjelaskan, sejak tahun 2022 sebenarnya pemerintah pusat sudah tidak memperbolehkan pengangkatan Guru Tidak Tetap (GTT) baru. Namun di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tetap berjalan, sehingga sekolah terpaksa mencari solusi agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti. “Kalau sekolah tidak mencari guru, lalu siapa yang mengajar?” ujarnya.


Terkait persoalan honorarium, Ketua PGRI Jepara menyebutkan bahwa hingga saat ini juknis BOS memang belum keluar. Meski demikian, ia menyarankan pihak sekolah untuk menyiasati kondisi tersebut sesuai kemampuan dan aturan yang ada. Ia juga mengimbau para guru honorer R5 untuk tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan pihak sekolah masing-masing.


Lebih lanjut, Darono menyampaikan bahwa PGRI Kabupaten Jepara akan terus mendukung perjuangan honorer R5 dengan aktif mencari informasi terbaru dan valid dari pusat. Ia menegaskan bahwa terkait honorer R5 saat ini, PGRI mengupayakan agar tetap bisa bekerja dan tidak ada yang dirumahkan. Hal ini akan dikuatkan dalam konferensi cabang PGRI yang digelar pukul 11.00 WIB di HJNF.


Dalam audiensi itu juga disampaikan harapan agar Surat Keputusan (SK) segera terbit. Jika Kementerian PAN-RB menyetujui (ACC) pengusulan susulan data honorer R5 paruh waktu yang berjumlah 88 orang, prosesnya diperkirakan tidak akan memakan waktu lama, yakni sekitar tiga bulan.


Menutup pertemuan, Darono AW meminta para guru honorer R5 untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita yang beredar dan cenderung dibuat menonjolkan keresahan. Ia memastikan bahwa data sudah masuk dan akan disampaikan kembali dalam rapat PGRI tingkat provinsi. “Yang terpenting, tetap koordinasi, jaga hubungan baik dengan sekolah, dan bersabar menunggu proses,” pungkasnya.


Pewarta : Hamam