Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alumni IPNU-IPPNU Demak Era 1990-an Bangun Kembali Kebersamaan dan Khidmah Usai Upacara HSN 2026

Para alumni PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak era 1990-an berfoto bersama dan menggelar pertemuan di Gedung MANU Demak usai mengikuti upacara Hari Santri Nasional 2026.


JENDELAPELAJAR.OR.ID, DEMAK – Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi ajang mempererat tali silaturahmi bagi para alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) era 1990-an di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Usai mengikuti upacara Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026), para alumni menggelar pertemuan di Gedung MANU Demak untuk membangun kembali kebersamaan sekaligus memperkuat semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat, bangsa, dan negara.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyambung kembali komunikasi antarkader yang pernah berjuang dan berproses bersama dalam organisasi pelajar NU pada masa muda. Selain mengenang perjalanan organisasi, pertemuan ini juga diarahkan untuk membangun kembali persaudaraan dan merancang kegiatan yang bermanfaat bagi organisasi serta masyarakat.

Dalam pertemuan itu, para alumni menyepakati Drs. Murman, M.Pd. sebagai Ketua Alumni dan KH. Shiddiq Sugiarto, S.E. sebagai Sekretaris. Penetapan kepengurusan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali komunikasi, mempererat hubungan ant alumni, serta memperkuat kontribusi mereka dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Kebersamaan yang terbangun dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa ikatan kaderisasi tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan masa aktifnya di organisasi. Pengalaman, nilai perjuangan, dan persahabatan yang tumbuh selama menjadi kader tetap menjadi modal penting untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.

Bagi para alumni IPNU-IPPNU era 1990-an, perjalanan organisasi bukan sekadar bagian dari kenangan masa lalu. Nilai-nilai keikhlasan, persaudaraan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang diperoleh selama berorganisasi diharapkan terus terjaga dan diwujudkan melalui kiprah nyata.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para santri dan kader muda NU perlu diteruskan dalam berbagai bentuk pengabdian. Jika pada masa muda mereka berproses melalui organisasi pelajar, pada masa kini pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pendidikan, sosial kemasyarakatan, keagamaan, dan pembangunan bangsa.

Pertemuan alumni ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga hubungan lintas generasi dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Silaturahmi yang terawat dapat menjadi kekuatan untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dari kader menjadi alumni, dari persahabatan menjadi persaudaraan, dan dari pengalaman berorganisasi menjadi pengabdian sepanjang masa. Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di kalangan alumni IPNU-IPPNU Kabupaten Demak, sejalan dengan nilai-nilai Hari Santri Nasional.

Melalui kebersamaan tersebut, para alumni diharapkan mampu mengambil peran dalam menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta meneruskan semangat khidmah kepada NU dan masyarakat. Dengan demikian, Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbarui komitmen pengabdian bagi agama, bangsa, dan negara.