Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ditempa Hafalan dan Tilawah, Aula Zahrotul Muna Raih Juara 3 MTQ Nasional 2026

SEMARANG, jendelapelajar.or.id
Aula Zahrotul Muna salah satu kader Komisariat IPPNU MA Miftahul Ulum Weding, Bonang, berhasil meraih Juara Terbaik 3 cabang Tahfidz 5 Juz dan Tilawah pada MTQ Nasional XXXI 2026. Capaian tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang yang telah ia jalani sejak duduk di kelas 4 SD.

Sejak saat itu, Aula mulai menghafal Al-Qur’an sekaligus menekuni tilawah. Ia kemudian mengikuti berbagai ajang dan melewati tahapan seleksi hingga dipercaya mewakili Kabupaten Demak di tingkat nasional.

Persiapan khusus menghadapi MTQ Nasional XXXI 2026 dimulai pada Desember 2025. Sejak itu, Aula lebih serius menjaga hafalan sekaligus mengasah kemampuan tilawah.

Hari-harinya diisi dengan murajaah dan latihan. Untuk menjaga ketepatan tajwid dan makhraj, Aula terbiasa melakukan murajaah dengan jahr. Sementara untuk kemampuan tilawah, ia berlatih bersama ustaznya, Ustaz Rohani.

“Biasanya selama MTQ ini saya murajaah dengan versi jahr (pelan) agar tajwid dan makhrajnya tepat,” ungkap Aula.

Rutinitas latihan tersebut tidak selalu berjalan mudah. Rasa bosan sesekali muncul, terutama ketika harus menjalani latihan dengan intensitas yang cukup sering.

Saat rasa bosan datang, Aula memilih berhenti sejenak dan melakukan aktivitas lain. Setelah semangatnya kembali, ia melanjutkan latihan.

“Ketika bosan biasanya saya berhenti sejenak dan mencari hal-hal lain dulu. Setelah sudah kembali semangat, saya mulai berlatih lagi,” katanya.

Rasa lelah dan kehilangan semangat juga pernah ia rasakan. Namun, Aula berusaha menjadikannya bagian dari proses untuk terus berkembang. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan kemauan untuk melawan hawa nafsu sekaligus terus berusaha.

“Tentu saja pernah. Motivasi saya adalah kalau kita ingin menjadi orang yang sukses, kita harus mampu melawan hawa nafsu kita dan harus selalu berusaha,” ujarnya.

Setelah berbulan-bulan mempersiapkan diri, Aula akhirnya tampil di panggung MTQ tingkat nasional. Perasaan senang bercampur grogi ia rasakan ketika harus tampil dalam ajang tersebut.

“Alhamdulillah senang, tapi ya pastinya ada grogi juga,” tuturnya.

Kebahagiaan Aula semakin lengkap ketika hasil perlombaan diumumkan. Ia mengaku sudah beberapa kali mengikuti MTQ Nasional, tetapi baru kali ini berhasil meraih juara.

“Alhamdulillah senang sekali, karena saya sudah beberapa kali ikut dan baru kali ini meraih juara 3 di MTQ Nasional,” katanya.

Di balik pencapaian tersebut, ada dukungan orang tua dan bimbingan para guru yang menemani perjalanan Aula. Dukungan itu menjadi bagian penting yang membantunya melewati berbagai tahapan hingga akhirnya tampil di tingkat nasional.

Namun, bagi Aula, juara bukanlah tujuan akhir. Ia memandang prestasi sebagai salah satu bagian dari perjalanan, sementara hal yang lebih penting adalah tetap dekat dengan Allah dan menjaga Al-Qur’an yang telah dihafalkannya.

“Prestasi (juara) hanyalah sebuah keberuntungan. Tetapi yang paling penting ialah kita selalu dekat kepada Allah dan selalu menjaga firman-Nya,” kata Aula.

Kepada anak-anak muda yang ingin menghafalkan Al-Qur’an maupun mengejar prestasi, Aula berpesan agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah.

“Pesan untuk anak muda ialah tetap semangat. Yakinlah bahwa kamu bisa menghafalkan Al-Qur’an dan kelak akan memberikan mahkota kepada orang tua di surga,” pesannya.

Perjalanan Aula yang dimulai sejak kelas 4 SD itu kini telah membawanya ke panggung MTQ Nasional dan meraih Juara Terbaik 3. Namun, pencapaian tersebut bukanlah akhir. Bagi Aula, menjaga hafalan dan terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an merupakan perjalanan yang masih akan terus ia jalani.

Penulis: M. Syamsul Ma'arif
Editor: Redaktur Berita
Photo: Dok. Aula Zahrotul Muna