PR IPNU-IPPNU Banyumeneng Soroti Fenomena Circle dan Menurunnya Solidaritas Kader
BANYUMENENG, jendelapelajar.or.id
Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Banyumeneng menggelar kegiatan Follow Up 1 Makesta dalam bentuk Forum Kaderisasi pada Ahad (17/5/2026) di Gedung NU Banyumeneng. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama bagi kader muda Nahdliyin untuk membahas peran sekaligus tantangan organisasi pelajar NU di tengah dinamika sosial masyarakat dan perkembangan era digital.
Forum yang mengangkat tema “Peran dan Tantangan IPNU-IPPNU di Kalangan Masyarakat” itu dihadiri puluhan peserta yang terdiri alumni Makesta dan jajaran pengurus PR IPNU-IPPNU Banyumeneng.
Hadir sebagai keynote speaker, Rekanita Sami Umilati selaku Demisioner Ketua PR IPPNU Banyumeneng masa khidmat 2023–2025. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan ruang kaderisasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter generasi muda Nahdliyin.
Menurutnya, keberadaan IPNU-IPPNU harus mampu menjadi wadah pembentukan solidaritas, komunikasi serta tanggung jawab kader dalam menjalankan program organisasi maupun pengabdian sosial di masyarakat.
IPNU-IPPNU memiliki peran penting sebagai organisasi kaderisasi yang tidak hanya mencetak anggota aktif, tetapi juga membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sosial dan tetap menjaga tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah” ujarnya.
Dalam forum diskusi tersebut, peserta juga menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi organisasi pelajar, baik dari sisi internal maupun eksternal. Beberapa persoalan yang mengemuka di antaranya rendahnya motivasi anggota, miskomunikasi antarkader, munculnya kelompok-kelompok eksklusif (circle) dalam organisasi, hingga pengaruh gadget dan media sosial yang dinilai mulai mengurangi kepedulian sosial generasi muda.
Selain itu, derasnya arus pergaulan bebas dan budaya individualisme juga menjadi perhatian serius peserta forum. Kondisi tersebut dinilai dapat menggerus semangat kolektif kader dalam berorganisasi maupun berkhidmat di tengah masyarakat.
Ketua PR IPPNU Banyumeneng, Rekanita Ilma Nafa’ati, menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam forum kaderisasi tersebut merupakan refleksi nyata dari kondisi organisasi saat ini. Ia menilai tantangan yang ada harus dijawab dengan evaluasi dan langkah konkret.
IPNU-IPPNU memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi amaliyah NU dan meningkatkan kepedulian sosial pemuda di Desa Banyumeneng. Kami tidak memungkiri adanya tantangan internal seperti miskomunikasi, penurunan motivasi, hingga fenomena circle di organisasi, serta tantangan eksternal berupa pengaruh gadget” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil diskusi forum menjadi komitmen bersama bagi seluruh pengurus untuk memperbaiki pola komunikasi organisasi, merangkul seluruh anggota tanpa sekat, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kesimpulan forum ini menjadi pengingat bahwa kaderisasi tidak boleh berhenti pada formalitas kegiatan. Dibutuhkan kesadaran diri, kerja sama dan aksi nyata agar kader IPNU-IPPNU mampu menjadi generasi yang aktif, solid serta bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat” tambahnya.
Melalui agenda Follow Up Makesta ini, PR IPNU-IPPNU Banyumeneng berharap kader muda Nahdliyin mampu memperkuat semangat berorganisasi, menjaga tradisi ke-NU-an sekaligus adaptif menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri kader pelajar NU.
Pewarta: Ilma Nafa'atiEditor: Redaktur Berita
Photo: Dok. PR IPNU-IPPNU Banyumeneng
